Jerat.id || KEDIRI – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Raya secara resmi menyatakan komitmen penuh untuk mempercepat pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dukungan strategis ini ditegaskan dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Kantor Pemkab Banyuwangi, Senin (26/01).
Administrator KPH Banyuwangi Selatan, Wahyu Dwi Hadmojo, menyatakan bahwa pihaknya bersama KPH Banyuwangi Barat dan Utara siap mengawal program ini sesuai regulasi yang berlaku. Langkah awal yang diambil adalah melakukan reviu mendalam terhadap usulan KDMP yang diajukan oleh Kodim 0825 Banyuwangi sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah.
“Ini adalah tindak lanjut konkret dari arahan Kantor Pusat Perhutani. Kami optimis KDMP akan menjadi motor penggerak ekonomi warga sekitar hutan tanpa mengesampingkan fungsi ekologis dan kelestarian hutan itu sendiri,” tegas Wahyu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Guntur Priambodo, mengapresiasi sinergi lintas instansi ini. Beliau menekankan bahwa validasi data lapangan dan kajian eksisting merupakan tahapan krusial. “Sinergi antara Pemkab, Perhutani, Kodim 0825, dan BPKAD harus solid agar usulan yang disampaikan ke tingkat pusat benar-benar akurat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Sorotan Tajam LSM Gerak Indonesia: Mengapa Kediri Berbeda?
Di tengah progres positif di ujung timur Pulau Jawa, kebijakan ini memicu pertanyaan kritis dari LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak Indonesia).
Kepala Bidang Informasi LSM Gerak Indonesia, Jemies AC, menyoroti adanya ketimpangan respons antara Perhutani wilayah Banyuwangi dengan wilayah Kediri terkait program serupa.
“Kami mengapresiasi langkah konkret Perhutani Banyuwangi.
Namun, ini memicu tanda tanya besar: mengapa Perhutani Kediri terkesan lamban dan belum melakukan langkah serupa? Padahal ini adalah Proyek Strategis Nasional yang sama,” kritik Jemies.
Pihaknya mendesak adanya transparansi dan keseragaman komitmen di seluruh wilayah kerja Perhutani Jawa Timur agar manfaat program KDMP tidak terhambat oleh kendala birokrasi di wilayah tertentu.











