JERAT.ID | KEDIRI – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Tahun 2026 di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri kembali menjadi perhatian publik. Di tengah berlangsungnya tahapan penerimaan peserta didik, muncul berbagai desas-desus di masyarakat terkait dugaan adanya praktik “siswa titipan” dalam proses seleksi.
Menanggapi isu yang berkembang tersebut, Ketua LSM Pegasus, Jems, meminta agar seluruh tahapan SPMB dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berpedoman pada aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan peserta didik yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
“Jangan sampai muncul persepsi negatif di tengah masyarakat. Jika seluruh proses telah berjalan sesuai ketentuan, maka informasi terkait mekanisme seleksi harus disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan maupun spekulasi,” ujar Jems.
LSM Pegasus juga mendorong Dinas Pendidikan untuk memberikan penjelasan secara komprehensif kepada masyarakat mengenai mekanisme seleksi, pembagian kuota pada setiap jalur penerimaan, serta proses verifikasi dan validasi data calon peserta didik.
Menurut Jems, keterbukaan tersebut dapat menjadi langkah efektif untuk meredam berbagai informasi yang belum terverifikasi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap hasil seleksi yang telah ditetapkan.
Selain itu, LSM Pegasus mengajak masyarakat yang memiliki informasi atau menemukan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan SPMB agar menyampaikan laporan melalui mekanisme resmi yang tersedia. Laporan tersebut diharapkan disertai bukti dan data yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga dapat ditindaklanjuti oleh instansi yang berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat bukti maupun informasi resmi yang dapat memverifikasi kebenaran desas-desus terkait dugaan adanya praktik “siswa titipan” dalam pelaksanaan SPMB SMP Tahun 2026 di Kota maupun Kabupaten Kediri.
Oleh karena itu, informasi yang beredar saat ini masih bersifat dugaan dan memerlukan klarifikasi serta penjelasan dari pihak-pihak terkait.
JERAT.ID akan terus berupaya memperoleh konfirmasi dari Dinas Pendidikan dan instansi terkait guna menghadirkan informasi yang berimbang, akurat, serta sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik yang mengedepankan verifikasi dan keberimbangan.
Pewarta : ag13 ..











