JERAT.ID // Kediri – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerak Indonesia angkat bicara terkait dua insiden ledakan yang terjadi dalam sepekan di dapur program makan bergizi gratis di Di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.
Peristiwa yang diduga mengakibatkan empat pekerja terluka tersebut dinilai sebagai alarm serius terkait lemahnya standar keselamatan kerja dalam pelaksanaan program publik.
Achmad Masliyanto Kepala Bidang Informasi LSM Gerak Indonesia menyebut kejadian berulang dalam waktu singkat menunjukkan adanya dugaan kelalaian sistemik yang tidak bisa dianggap sepele.
“Ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Dua kali ledakan dalam waktu berdekatan mengindikasikan ada persoalan serius dalam manajemen keselamatan kerja,” tegasnya, Senin (20/4/2026).
Kami menyoroti dugaan penggunaan alat pemanas makanan (ompreng) dengan tekanan gas tinggi tanpa prosedur pengamanan yang memadai.
Selain itu, mereka juga menilai minimnya pelatihan terhadap pekerja menjadi faktor risiko utama.
“Kalau benar ada pekerja yang dialihkan tugas tanpa pelatihan teknis, ini sangat berbahaya. Peralatan berbasis gas tidak bisa dioperasikan sembarangan,” lanjutnya.
Pihaknya juga menyesalkan belum adanya keterangan resmi dari pengelola maupun instansi terkait, meskipun insiden telah menimbulkan korban luka.
“Harus ada transparansi. Publik berhak tahu apa penyebabnya, siapa yang bertanggung jawab, dan langkah apa yang akan diambil agar tidak terulang,” ujarnya.
Dan kami mendesak pemerintah daerah serta instansi terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh, termasuk audit standar operasional prosedur (SOP) dan sistem keselamatan kerja di dapur program tersebut.
Selain itu, mereka juga meminta adanya pendampingan serius terhadap para korban, mengingat seluruhnya merupakan tulang punggung keluarga.
“Jangan sampai korban hanya diobati lalu dilupakan. Harus ada jaminan perlindungan, baik dari sisi kesehatan maupun sosial ekonomi,” tegasnya.
Program makan gratis yang bertujuan mulia tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan pekerja.
“Program sosial harus berjalan seiring dengan standar keselamatan yang ketat. Jangan sampai niat baik justru menimbulkan korban,” pungkasnya.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pihak terkait untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (Red)..











