Jerat.id//KEDIRI KOTA – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerak Indonesia melayangkan kecaman keras terkait adanya dugaan kasus perundungan (bullying) di salah satu sekolah negeri ternama dan favorit di wilayah Kediri. Insiden ini menyoroti kembali urgensi penerapan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.
Menyikapi temuan tersebut, LSM Gerak Indonesia secara resmi meminta Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Kediri untuk segera mengambil tindakan konkret dan mewujudkan sekolah ramah anak berdasarkan aturan serta regulasi yang berlaku.
Achmad Masliyanto, Ketua Bidang Informasi LSM Gerak Indonesia, menyatakan bahwa bullying adalah masalah serius yang dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupan anak dan remaja di lingkungan sekolah.
“Bullying bukan hanya soal fisik, tetapi juga bisa berupa kekerasan verbal, sosial, dan bahkan digital. Dampaknya sangat merusak mental dan masa depan anak,” ucap Achmad Masliyanto dalam pernyataan resminya, Jumat (12/12/2025).
LSM Gerak Indonesia mendesak agar Kacabdin Pendidikan Wilayah Kediri tidak tinggal diam dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak sekolah yang terbukti lalai atau terjadi dugaan kasus bullying di dalamnya.
Pihaknya juga mengajak seluruh sekolah di wilayah Kediri dan masyarakat luas untuk meningkatkan kepedulian serta kewaspadaan menyangkut tumbuh kembang dan keamanan anak di lingkungan pendidikan.
Gerak Indonesia menekankan perlunya intervensi pemerintah yang lebih serius untuk mencegah dan mengatasi masalah bullying di sekolah melalui program-program yang lebih nyata, antara lain:
Pengawasan yang lebih ketat di sekolah-sekolah untuk mencegah potensi perundungan.
Edukasi komprehensif tentang bullying dan dampaknya bagi seluruh siswa, guru, dan orang tua.
Dukungan psikologis yang memadai bagi korban bullying.
Sanksi yang tegas dan tanpa pandang bulu bagi para pelaku bullying.
Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah yang dinilai gagal menciptakan lingkungan aman.
“Anak adalah generasi penerus bangsa kita. Menjaga generasi penerus adalah tanggung jawab kita semua.
Kami sudah mengirimkan ‘surat cinta’ kami kepada pihak terkait untuk menyuarakan hal ini secara resmi,” pungkas Achmad Masliyanto.











