JERAT.ID || KEDIRI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah kembali memberangkatkan 25 peserta untuk mengikuti program pelatihan bahasa asing di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Program yang merupakan hasil kerja sama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Halmahera Tengah dengan PKBM Were ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna menghadapi tantangan dunia pendidikan, dunia kerja, serta menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Halmahera Tengah, Abu Bakar Ibrahim, menegaskan bahwa program pelatihan bahasa asing merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah untuk mempersiapkan putra-putri Halmahera Tengah agar memiliki daya saing yang tinggi. Menurutnya, kebutuhan penguasaan bahasa asing semakin penting karena Halmahera Tengah telah ditetapkan sebagai kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan berkembangnya industri pertambangan berskala besar yang membutuhkan tenaga kerja berkualitas dan mampu berkomunikasi secara global.
Abu Bakar menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya diproyeksikan untuk membuka peluang kerja di sektor industri, tetapi juga menjadi bekal bagi peserta yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Penguasaan bahasa Inggris, kata dia, kini menjadi syarat penting untuk melanjutkan studi hingga tingkat S1, S2 maupun S3. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong lahirnya generasi muda yang siap bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menilai pelaksanaan program hingga angkatan kelima telah memberikan manfaat yang nyata. Para peserta yang telah kembali dari Pare dinilai memiliki kemampuan yang lebih baik untuk berkompetisi di berbagai bidang, baik pendidikan maupun dunia kerja. Pemerintah daerah pun berharap program tersebut terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen pembangunan SDM yang diusung oleh Bupati Halmahera Tengah, Dr. Ir. Ikram M. Sangaji, M.Si, bersama Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, S.IP. Selain kursus bahasa asing, pemerintah daerah juga menjalankan program pendidikan gratis mulai dari jenjang SD hingga S3 sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Koordinator PKBM Were, Bakir Usman, menjelaskan bahwa pelatihan bahasa asing di Pare bertujuan mempersiapkan generasi muda Halmahera Tengah menyongsong Indonesia Emas 2045. Program yang saat ini memasuki angkatan kelima tersebut telah berlangsung sejak awal 2024 dan hingga tahun 2026 telah memberangkatkan total 126 peserta, yang terdiri dari pelajar hingga mahasiswa.
Menurut Umar, peserta yang mengikuti pelatihan diharapkan tidak hanya memperoleh kemampuan berbahasa asing, tetapi juga mampu menjadi penggerak di daerah dengan membagikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh kepada generasi muda lainnya setelah kembali ke Halmahera Tengah. Ia menyebut sejumlah alumni program kini telah melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2), yang membutuhkan kemampuan bahasa asing sebagai salah satu syarat akademik.
Umar juga mengungkapkan bahwa program ini berawal dari inisiatif komunitas literasi pada awal tahun 2024 melalui kerja sama dengan pemerintah desa di lima desa. Saat itu sebanyak 20 peserta diberangkatkan untuk mempelajari bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Melihat hasil yang positif, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah kemudian memberikan dukungan penuh melalui Dinas Pendidikan, dan saat ini pelaksanaannya dilanjutkan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.
Selain pengembangan kemampuan bahasa, PKBM Were juga mengembangkan berbagai program literasi lainnya, meliputi literasi numerasi dan literasi digital. Menurut Umar, penguatan literasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun SDM Halmahera Tengah yang mampu bersaing di masa depan.
Program pelatihan bahasa asing di Kampung Inggris Pare diharapkan terus menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Halmahera Tengah, sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki kompetensi, daya saing, serta kesiapan menghadapi kebutuhan dunia pendidikan dan dunia kerja pada era global. (Red) ..











