Berita

Diduga Trauma Pasca Insiden, Sejumlah Siswa SMPN 1 Kras Enggan Santap Program MBG, Pemkab Kediri Tunggu Hasil Investigasi

5
×

Diduga Trauma Pasca Insiden, Sejumlah Siswa SMPN 1 Kras Enggan Santap Program MBG, Pemkab Kediri Tunggu Hasil Investigasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260728 194605

JERAT.ID | KEDIRI — Sejumlah siswa di SMP Negeri 1 Kras, Kabupaten Kediri, memilih tidak mengambil jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul dugaan insiden yang menyebabkan sejumlah pelajar mengalami gangguan kesehatan pada pekan lalu. Rasa khawatir dan trauma disebut menjadi alasan utama sebagian siswa enggan kembali menyantap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

 

Insiden itu terjadi pada Kamis pekan lalu. Beberapa siswa dilaporkan mengeluhkan gejala seperti pusing, mual, hingga diare setelah mengonsumsi makanan MBG. Sebagian dari mereka bahkan harus meminta izin pulang lebih awal karena kondisi fisiknya menurun.

 

Dampaknya masih terasa hingga keesokan harinya. Pada Jumat, sejumlah bangku di ruang kelas tampak kosong lantaran banyak siswa tidak masuk sekolah karena masih dalam masa pemulihan.

 

Salah seorang siswa mengaku mulai merasakan gangguan pada perutnya tidak lama setelah menyantap menu MBG yang saat itu berisi nasi, telur balado rebus, tumis wortel, tahu, dan buah anggur hijau.

“Perut rasanya keruduk-keruduk, lalu mencret,” ungkap siswa tersebut.

Meski tidak sampai menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan, pengalaman itu meninggalkan rasa takut. Saat pembagian makanan MBG berikutnya, ia memilih tidak mengambil jatahnya.

“Takut,” jawabnya singkat.

Kepala sekolah SMPN 1 Kras, Soedjito, membenarkan adanya penurunan jumlah siswa yang mengambil makanan dari Program MBG setelah kejadian tersebut. Ia juga menegaskan bahwa dapur penyedia MBG tersebut berasal dari SPPG Purwodadi. Menurutnya, kondisi psikologis para siswa menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

 

“Memang ada sebagian siswa yang memilih tidak mengambil makanan. Kemungkinan mereka masih trauma atau masih merasa khawatir. Namun tidak semuanya, karena masih ada siswa yang tetap mengonsumsi makanan MBG seperti biasa,” ujarnya.

 

Soedjito juga menjelaskan bahwa makanan Program Makan Bergizi Gratis yang diterima siswa SMPN 1 Kras dipasok oleh Dapur SPPG Purwodadi. Meski demikian, ia menegaskan pihak sekolah tidak ingin menarik kesimpulan apa pun sebelum hasil investigasi resmi dari instansi berwenang diterbitkan.

 

Pada Jumat, lanjut Soedjito, program MBG tetap berjalan sesuai jadwal. Saat itu, sebagian siswa yang hadir di sekolah belum mengetahui bahwa sejumlah teman mereka sebelumnya mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program tersebut.

 

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Puskesmas. Setelah hasilnya keluar, baru akan kami tindak lanjuti. Kami tidak ingin berspekulasi karena masih ada kemungkinan faktor lain yang menyebabkan siswa mengalami keluhan kesehatan,” tegasnya.

 

Ia juga mengimbau seluruh siswa dan orang tua untuk tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, seluruh pihak sebaiknya menunggu hasil investigasi resmi agar persoalan dapat disikapi berdasarkan fakta.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri yang juga menjabat sebagai Koordinator Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG, M. Solihin, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri akan bertindak tegas apabila hasil investigasi menunjukkan adanya persoalan yang bersumber dari makanan Program MBG.

 

“Pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil langkah yang diperlukan apabila hasil pemeriksaan membuktikan sumber masalah berasal dari makanan MBG. Saat ini kami masih menunggu hasil investigasi secara menyeluruh agar penanganan yang dilakukan benar-benar berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan resmi,” katanya.

 

Hingga berita ini ditayangkan, hasil investigasi dari pihak berwenang belum diumumkan. Pemerintah daerah bersama instansi kesehatan masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa.

 

Kasus ini menjadi perhatian publik karena Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab insiden sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap pelaksanaan program, termasuk mekanisme penyediaan makanan dari Dapur SPPG Purwodadi, agar pelaksanaan MBG ke depan berlangsung aman, higienis, dan sesuai standar keamanan pangan.(Ag13) ..

Leave your vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Log In

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.


Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.