Jerat.id || KEDIRI, — Perselisihan di media sosial yang menyeret nama pimpinan Yakuza Maneges, Den Gus Thuba Topo Broto Maneges, akhirnya berakhir damai. Penyelesaian dilakukan melalui mediasi di Bogem Timur, Desa Bogem, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Rabu (21/10/2026) malam.
Pemilik akun Instagram @BREMY, yang diketahui sebagai pemilik usaha Osyin_glow, menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas komentarnya, “Lakon opo neh iki ba Tuba?” yang dinilai merendahkan kiprah sosial Yakuza Maneges.
Komentar tersebut muncul saat Yakuza Maneges mengawal penanganan dugaan kekerasan seksual terhadap seorang perempuan di bawah umur di Kabupaten Kediri. Dalam perkara itu, tim Yakuza Maneges turut membantu mengamankan dua dari tiga terduga pelaku sebelum menyerahkannya kepada Polres Kediri untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Dalam klarifikasinya, pemilik akun mengakui kekhilafan dan menyatakan komitmennya untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Mediasi tersebut disaksikan Kapolsek Mojoroto, Kapolsek Gurah, kepala desa setempat, keluarga, serta jajaran Yakuza Maneges. Kapolsek Mojoroto, Kompol Rudi Purwanto, menyampaikan bahwa persoalan kedua belah pihak telah diselesaikan secara kekeluargaan dalam suasana aman dan kondusif.
Penyelesaian ini menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi harus diiringi tanggung jawab danperjuang. erlebih, ketika menyangkut perjuangan kemanusiaan dan upaya perlindungan terhadap korban kekerasan seksual, empati seharusnya lebih dikedepankan daripada ejekan.
Bagi Yakuza Maneges, peristiwa ini menjadi momentum untuk kembali menegaskan komitmen dalam menjalankan misi sosial dan kemanusiaan, sekaligus mengajak masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial.
Yakuza Maneges mengusung prinsip:
“Penjaga yang Lemah, Pembela yang Benar, Pembenah yang Salah.”
(TimCyberYakuzaManeges)..











