Berita

Deklarasi Yakuza Maneges Ngawi, Bupati Ony Anwar: Niat Baik Harus Terorganisir, Nek Galak Aja Clutak

8
×

Deklarasi Yakuza Maneges Ngawi, Bupati Ony Anwar: Niat Baik Harus Terorganisir, Nek Galak Aja Clutak

Sebarkan artikel ini
IMG 20260823 WA0004 scaled

JERAT.ID || NGAWI — Yakuza Maneges Wilayah Ngawi resmi mendeklarasikan keberadaannya di Kabupaten Ngawi. Momentum tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi penegasan komitmen untuk membangun gerakan sosial-spiritual yang berorientasi pada kemanusiaan, keadilan, pembinaan moral, serta pengabdian kepada masyarakat.

 

Deklarasi berlangsung dengan dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Ngawi, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, LSM, perguruan pencak silat, hingga insan pers. Kehadiran lintas elemen tersebut menjadi gambaran kuat bahwa Yakuza Maneges Ngawi ingin membangun gerakan melalui sinergi, bukan berjalan sendiri.

 

Sambutan Ketua

Yakuza Maneges Wilayah Ngawi disampaikan oleh Tim Lawyer Yakuza Maneges Ngawi, Imam Sampurno, yang sekaligus mewakili Inisiator, Pendiri, dan Pimpinan Pusat Yakuza Maneges, Den Gus Thuba Topo Broto Maneges.

 

Dalam deklarasinya, Imam menegaskan bahwa Yakuza Maneges bukan organisasi yang dibangun untuk sekadar berkumpul, menunjukkan eksistensi, ataupun mengejar kepentingan tertentu.

 

“Organisasi Yakuza Maneges lahir bukan sekadar tempat berkumpul dan bergaya, tetapi sebagai ruang perubahan, pembinaan, dan pengabdian.”

 

Ia menjelaskan, Yakuza memiliki filosofi “Yang Awalnya Kotor Ujungnya Zuhud Abadi”, sedangkan Maneges dimaknai sebagai upaya memusatkan seluruh jiwa dan raga kepada Sang Pencipta.

 

Berada di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek, Yakuza Maneges membawa misi merangkul masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk kelompok yang selama ini berada di pinggiran kehidupan sosial.

 

Konsep tersebut menjadi salah satu karakter utama Yakuza Maneges, yakni memberikan ruang perubahan dan kesempatan kedua bagi mereka yang ingin memperbaiki diri serta kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.

 

Dalam menjalankan fungsi sosialnya, Yakuza Maneges Ngawi menyatakan tidak ingin bertindak di luar koridor hukum. Organisasi ini mengusung prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar serta nilai Humanity and Social Justice.

 

Imam menegaskan, penyelesaian persoalan sosial sedapat mungkin ditempuh dengan pendekatan restorative justice, dengan tetap memperhatikan hukum yang berlaku.

 

“Kami bergerak dengan mengedepankan restorative justice on the track. Kami tidak langsung menempuh jalur pidana yang kaku, tetapi memastikan adanya pertanggungjawaban langsung dari pelaku kepada korban demi tercapainya keadilan substantif.”

 

Visi tersebut kemudian dirumuskan dalam tiga peran utama Yakuza Maneges Ngawi: menjadi penjaga bagi kelompok lemah, pembela bagi yang benar, dan pembenah bagi yang salah.

 

Untuk mewujudkan visi itu, Yakuza Maneges mengusung karakter gerakan: Ksatria, Militan, Profesional, Intelektual, Diam, Senyap, Eksekusi, dan Tanggung Jawab.

 

Namun, ketegasan tersebut dibatasi oleh kode etik organisasi.

 

Pengurus dan anggota diwajibkan menjaga nama baik organisasi, menjunjung loyalitas dan solidaritas, serta dilarang menggunakan nama maupun atribut Yakuza Maneges untuk kepentingan pribadi, kriminalitas, politik praktis, kampanye politik maupun tindakan yang bertentangan dengan hukum dan norma kesusilaan.

 

Organisasi juga menegaskan larangan terhadap tindakan seperti KDRT maupun berbagai bentuk penyalahgunaan organisasi. Pelanggaran terhadap aturan tersebut akan mendapatkan sanksi tegas.

 

Sementara itu, Ketua Umum Yakuza Maneges, Hari Simplek, menyebut deklarasi di Ngawi merupakan deklarasi keempat dalam rangkaian konsolidasi organisasi menuju skala nasional.

 

Menurutnya, seluruh wilayah ditargetkan telah menyelesaikan deklarasi sebelum Januari 2027 sesuai instruksi pimpinan pusat dan inisiator organisasi, Den Gus Thuba Topo Broto Maneges.

 

“Deklarasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar membangun gerakan sosial-spiritual yang matang, terarah, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat tanpa ada unsur politik apa pun.”

 

Hari juga mengingatkan seluruh anggota agar tidak menjadikan organisasi sebagai kendaraan kepentingan pribadi.

 

Menurutnya, keberadaan Yakuza Maneges harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan pendampingan dan pembelaan.

 

“Yakuza Maneges dibangun atas dasar pengabdian. Jika tidak siap berbuat baik dan hanya mencari keuntungan pribadi, silakan keluar dari organisasi.”

 

Ia juga mengajak seluruh anggota menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai pengingat bahwa perjuangan generasi saat ini dapat diwujudkan melalui amar ma’ruf nahi munkar, melawan ketidakadilan, serta menjaga persaudaraan antarelemen bangsa.

 

Pesan penting juga disampaikan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, S.T., M.H.

 

Di hadapan jajaran Yakuza Maneges dan berbagai elemen masyarakat, Ony Anwar menekankan bahwa perjuangan untuk kebaikan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.

 

Menurutnya, diperlukan organisasi, komunikasi, sinergi, serta kolaborasi agar sebuah niat baik benar-benar mampu menghasilkan dampak nyata.

 

“Silaturahmi ini terus kita jaga, karena kita meyakini bahwa sesuatu yang baik, yang benar, itu perlu diperjuangkan. Dan tidak bisa kita jalan sendiri-sendiri, butuh suatu organisasi, butuh suatu kekuatan, sinergi, kolaborasi.”

 

Bupati juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam deklarasi tersebut. Mulai dari tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, ormas, perguruan pencak silat, LSM hingga media massa.

 

Bagi Ony Anwar, keberagaman elemen tersebut justru menjadi modal penting untuk membangun Kabupaten Ngawi yang aman, kondusif dan semakin maju.

 

Ia menekankan agar setiap gerakan sosial tetap berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan, namun tidak meninggalkan nilai agama, kemanusiaan maupun koridor hukum.

 

Menurutnya, tantangan zaman saat ini semakin kompleks. Karena itu, niat baik harus dikelola secara profesional dan terorganisir.

 

“Niatan yang baik kalau tidak terorganisir dengan baik, itu akan kalah dengan kebatilan yang terorganisir.”

 

Bupati pun mengingatkan seluruh jajaran organisasi agar terus melakukan evaluasi, monitoring dan introspeksi internal sehingga setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat.

 

Pemerintah Kabupaten Ngawi, lanjutnya, siap mendukung program-program positif Yakuza Maneges sepanjang memberikan manfaat bagi masyarakat dan berjalan sesuai aturan.

 

Menutup arahannya, Ony Anwar menyampaikan pesan dengan gaya khas dan falsafah Jawa yang langsung mengena kepada jajaran Yakuza Maneges.

 

“Nek clutak aja galak, nek galak aja clutak.”

 

Pesan tersebut menjadi pengingat agar keberanian dan ketegasan tidak berubah menjadi tindakan yang melampaui batas.

 

Jika organisasi membawa slogan “Gas Tanpa Ampun”, kata Bupati, maka keberanian tersebut harus tetap dibarengi integritas, kontrol diri dan kepatuhan terhadap aturan.

 

“Karena kita sudah berani galak (dengan slogan Gas Tanpa Ampun), maka aja clutak. Harus kita pastikan semua, aja clutak. Ketika clutak, ya selesai kita.”

 

Puncak deklarasi ditandai dengan prosesi penyerahan Pataka Yakuza Maneges.

 

Bendera kebesaran organisasi tersebut diserahkan langsung oleh Den Gus Thuba (DGT) selaku Pendiri dan Pimpinan Utama Yakuza Maneges kepada Riyantono Gempol, Ketua Yakuza Maneges Wilayah Ngawi.

 

Penyerahan pataka menjadi simbol penyerahan amanah kepemimpinan sekaligus penegasan dimulainya pengabdian Yakuza Maneges di wilayah Ngawi dan sekitarnya.

 

Prosesi tersebut sekaligus menandai kesiapan jajaran Yakuza Maneges Ngawi untuk membangun gerakan sosial-spiritual yang mengedepankan kemanusiaan, kepedulian, solidaritas dan kepatuhan terhadap hukum.

 

Acara kemudian ditutup dengan foto bersama antara pimpinan Yakuza Maneges, Den Gus Thuba, Bupati Ngawi, Ketua DPRD Ngawi, serta jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat.

 

Yakuza Maneges Ngawi menyatakan siap berdiri tegak, bersinergi dengan seluruh elemen daerah, dan mengabdikan keberadaannya untuk kemaslahatan keluarga, masyarakat, serta Kabupaten Ngawi. (Red) ..

Leave your vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Log In

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.


Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.