Jerat.id || Kota Kediri – Kepolisian Resor Kediri Kota Polda Jawa Timur, melakukan pengamanan jalur secara ketat menyusul kepulangan massa yang didominasi pesilat usai menghadiri acara bertajuk ‘ B–Fest (Balaekor Fest)’ di GOR Lembu Peteng, Kabupaten Tulungagung, Sabtu malam (17/1/2026). Di mana rombongan tersebut melintasi sejumlah ruas jalan di wilayah Kediri Kota menuju daerah masing-masing.
Aksi penghadangan dilakukan saat rombongan perguruan silat dikawal oleh aparat kepolisian memasuki wilayah hukum Polres Kediri kota, tepatnya di desa Jabon kecamatan Banyakan, sekitar 20 oknum yang diduga perguruan silat lain mencoba menghadang dan melakukan aksi pelemparan batu ke sejumlah rombongan dan aparat kepolisian.
Berkat kesigapan petugas yang mengawal, bentrokan berhasil dicegah dan beberapa oknum berhasil diamankan dan dibawa di Mako Polres Kediri Kota.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kabag Ops Kompol Iwan Setyo Budhi, menyebut 13 oknum yang di duga dari perguruan silat lain berhasil diamankan beserta sepeda motor.
“Beberapa sepeda motor berhasil diamankan dan beberapa tidak ada pemiliknya karena melarikan diri saat dilakukan penertiban”, Ujarnya.
Kompol Iwan mengimbau seluruh pesilat agar menjaga ketertiban, menjunjung tinggi nama baik perguruan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Di waktu yang sama, kepada semua pesilat ia menyebut sebagai pendekar harus bisa mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pencak silat.











