Jerat.id || KEDIRI, 27 Februari 2026 – Pelaksanaan program bantuan Makanan Bergizi Gratis di wilayah Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, kini tengah menjadi sorotan tajam. Langkah ini menyusul adanya keluhan warga terkait kualitas dan nilai ekonomis paket bantuan yang dinilai jauh dari standar kebutuhan gizi masyarakat.
Keluhan tersebut mencuat setelah salah seorang warga mengungkapkan bahwa paket makanan yang diterimanya diperkirakan hanya bernilai ekonomis sekitar Rp5.000. Komposisi paket tersebut dianggap tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dasar, apalagi untuk meringankan beban ekonomi keluarga di tengah situasi saat ini.
Menanggapi laporan tersebut, LSM Gerak Indonesia langsung angkat bicara dan mendesak otoritas terkait untuk segera melakukan audit lapangan serta evaluasi menyeluruh terhadap distribusi bantuan di Kecamatan Ngadiluwih.
Perlu Transparansi dan Standarisasi Gizi
Kepala Bidang Kepemudaan LSM Gerak Indonesia, Jemies, menegaskan bahwa temuan ini harus menjadi rapor merah bagi pemerintah kecamatan maupun kabupaten dalam mengawal program kesejahteraan rakyat.
“Kasus ini perlu menjadi bahan evaluasi serius. Kami meminta pihak berwenang segera melakukan klarifikasi dan mengambil langkah konkret. Tujuannya jelas, agar program Makanan Bergizi Gratis ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat yang membutuhkan, bukan sekadar formalitas penyaluran,” ujar Jemies dalam keterangannya hari ini.
LSM Gerak Indonesia menyoroti beberapa poin krusial yang harus segera dibenahi, antara lain:
Standarisasi Mutu: Memastikan setiap paket makanan memenuhi angka kecukupan gizi yang telah ditetapkan.
Transparansi Anggaran: Memastikan nilai ekonomis bantuan selaras dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah.
Pengawasan Distribusi: Memperketat pengawasan di tingkat lokal guna mencegah penurunan kualitas bantuan saat sampai di tangan warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum dapat dipastikan apakah penurunan kualitas bantuan ini terjadi secara masif di seluruh wilayah Ngadiluwih atau hanya bersifat kasuistik di titik tertentu.
Pihak redaksi berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan isu ini dan akan menyajikan informasi terbaru seiring dengan proses klarifikasi dari pihak-pihak terkait, demi menjaga akuntabilitas pelayanan publik di Kabupaten Kediri. (Cek).











