Jerat.id//Kediri-Masyarakat Desa Satak dan Desa Puncu di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, keluhkan debit air menurun pada musim kemarau.
Salah satu warga Desa Satak sebut saja Yit dikonfirmasi awak media ini mengatakan kalau musin kemarau Masyarakat Desa Puncu dan Desa Satak terpaksa membeli air dengan harga cukup lumayan mahal, sekitar Rp80.000 untuk 2 tangki air yang hanya cukup untuk 2-3 hari.
Debit air menurun diduga akibat adanya pertambangan diwilayah Puncu Kabupaten Kediri jelasnya singkat.
Hal tersebut mendapat perhatian serius dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia atau yang lebih dikenal LSM Gerak Indonesia.
Achmad Masliyanto Kepala Bidang Informasi LSM Gerak Indonesia mengatakan kami meminta Pemkab Kediri dan DPRD Kabupaten Kediri untuk memberikan perhatian khusus terkait permasalahan yang terjadi di Desa Satak dan Puncu Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri.
“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Kediri dan DPRD Kabupaten Kediri untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap penambangan galian C yang diduga menjadi penyebab menurunnya debit air bersih ini,” katanya.
Achmad menegaskan Kami juga meminta agar izin Hak Guna Usaha (HGU) dievaluasi, dan apabila merugikan masyarakat perusahaan penambangan Galian C tersebut harus dicabut dan aktivitas penambangan dihentikan sampai permasalah air di Desa Satak dan Puncu terselesaikan.
“Kami berharap pemerintah dapat menyelesaikan masalah ini dan memastikan ketersediaan dan keberlanjutan air bersih bagi masyarakat,”
Mereka berharap agar pemerintah dapat melindungi hak-hak masyarakat dan menjaga lingkungan hidup.tegas Achmad.
Sampai berita ini dinaikkan pihak terkait belum bisa dikonfirmasi.











