JERAT.ID // NGADILUWIH, KEDIRI – Suasana khusyuk dan penuh khidmat menyelimuti Desa Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, pada momen malam ke-27 Ramadan 1447 H, Senin (16/3/2026). Paguyuban Panji Laras sukses menyelenggarakan khataman Al-Qur’an keempat sekaligus kegiatan sosial besar-besaran, mempertegas komitmen komunitas dalam merawat tradisi dan kepedulian sosial di bulan suci.
Acara tahunan yang bertempat di Pendopo Panji Laras ini dihadiri oleh ribuan jamaah, anggota paguyuban, serta jajaran forkopimda. Sinergitas terjalin erat dengan hadirnya perwakilan Kodim 0809 Kediri, Polres Kediri, berbagai LSM se-Kediri Raya, serta awak media yang ikut dalam agenda religius-sosial tersebut.
Seduluran Selawase dan Warisan Gus Lik
Pimpinan Paguyuban Panji Laras, Ir. Hari Siswanto, S.T., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan implementasi jargon Seduluran Selawase (Persaudaraan Selamanya).
“Acara ini adalah wujud nyata dari dawuh (pesan) almarhum guru besar kami, KH. Douglas Thoha Yahya (Gus Lik), agar kita senantiasa menghadirkan keberkahan dan manfaat dunia akhirat bagi masyarakat sekitar,” ujar Hari Siswanto.
Kepedulian di Tengah Ramadan
Lebih dari sekadar lantunan ayat suci, Panji Laras menunjukkan solidaritas nyata dengan memberikan santunan kepada puluhan lansia dan kaum dhuafa di wilayah Wonorejo dan sekitarnya. Bantuan paket sembako dan uang tunai disalurkan langsung sebagai bentuk sentuhan kepedulian sosial dalam menyambut Idulfitri.
Kolaborasi Kuat untuk Kediri Harmonis
Apresiasi tinggi datang dari berbagai pihak, salah satunya Saiful Iskak, perwakilan LSM Kediri Raya. Menurutnya, aksi Panji Laras mencerminkan persaudaraan sejati. “Persaudaraan itu tidak hanya saat senang, tapi juga di saat duka. Langkah ini wajib kita teladani untuk menjaga Kediri Raya tetap harmonis,” tuturnya.
Komandan Kodim 0809 Kediri, Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, menyoroti pentingnya persatuan. “Kita semua saudara, satu darah daging. Perbedaan jangan memecah kita, melainkan menjadi fondasi untuk membangun Kediri yang lebih aman dan makmur,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakapolres Kediri, Kompol Hary Kurniawan, menilai kegiatan ini sebagai contoh kolaborasi yang baik antara masyarakat dan aparat dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta mempererat tali silaturahmi selama bulan Ramadan.
Paguyuban Panji Laras berharap, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tumbuh di malam 27 Ramadan ini dapat terus berlanjut, menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kediri Raya.
Pewarta ‘cekli











