JERAT.ID // KEDIRI – Di sebuah sudut Dusun Bodag, Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, seorang bocah perempuan bernama Nafa Dian Ayu Kharisma menyimpan sebuah impian sederhana untuk menyambut hari kemenangan. Di tengah keterbatasan fisik sebagai penyandang difabel, Nafa hanya menginginkan satu hal: sepotong baju baru berwarna merah muda (pink) untuk dikenakan saat Lebaran nanti.
Namun, bagi Nafa, keinginan itu bukanlah perkara mudah. Bocah malang ini telah kehilangan kedua orang tuanya akibat sakit sekitar tiga tahun silam. Kini, ia hanya bergantung pada dekapan dan kasih sayang sang nenek, Mujinah.
Sehari-hari, Mujinah menyambung hidup dengan menjadi penjual nasi ampok keliling. Dengan langkah yang tak lagi muda, ia menyusuri jalanan desa demi pundi-pundi rupiah yang jumlahnya tak menentu. Penghasilannya seringkali hanya cukup untuk menutup kebutuhan dapur sehari-hari.
“Ingin sekali membelikan baju pink buat Nafa, tapi uangnya belum kumpul. Untuk makan sehari-hari saja sudah syukur,” ungkap Mujinah lirih.
Hingga saat ini, jangankan baju baru, meja tamu di rumah mereka pun masih kosong tanpa deretan kue Lebaran. Meski hidup dalam himpitan ekonomi, Mujinah tetap berjuang memberikan perawatan terbaik bagi cucu tercintanya tersebut di kediaman mereka yang terletak di RT 002 RW 001.
Kisah Nafa adalah potret kecil dari keteguhan hati di tengah keterbatasan. Di balik warna pink yang ia impikan, tersimpan harapan akan kehangatan hari raya yang mungkin bagi sebagian orang terasa biasa, namun bagi Nafa, itu adalah sebuah kemewahan. (Cek)..
#hallomasbub #dinassosialkabkediri #rumahzakatkediri #kediri24jam #kedirilagi











