JERAT.ID || Jakarta – Kabar duka menyelimuti pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Berdasarkan perkembangan terbaru, jumlah peserta yang meninggal dunia selama dan setelah mengikuti pelatihan tersebut bertambah menjadi tiga orang.
Sebelumnya, pemerintah telah mengonfirmasi meninggalnya dua peserta, yakni Anisa Muyassaroh yang mengikuti pelatihan di Balikpapan dan Yonanda Muhammad Taufiq yang menjalani pelatihan di Baturaja.
Berdasarkan keterangan medis, Anisa Muyassaroh meninggal dunia akibat heat stroke atau serangan panas yang menyebabkan gangguan serius pada fungsi tubuh. Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq dilaporkan meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung.
Perkembangan terbaru menyebutkan seorang peserta lainnya, Novia Rahmadhani Sihotang, yang mengikuti pelatihan di Jakarta, juga meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis. Kementerian Pertahanan menyatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan yang berkaitan dengan penyakit tuberkulosis (TBC) menjadi faktor yang berkontribusi terhadap meninggalnya peserta tersebut.
Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. Pemerintah juga menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program Latsarmil, termasuk proses seleksi kesehatan peserta, sistem pengawasan medis, serta mekanisme penanganan kesehatan selama pelatihan berlangsung.
Selain itu, pihak Istana turut menyatakan bahwa program tersebut akan dievaluasi guna memastikan aspek keselamatan dan kesehatan peserta menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang.
Pemerintah berharap hasil evaluasi dapat menjadi dasar perbaikan agar seluruh program pelatihan berjalan lebih aman, efektif, dan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.
Pewarta : Ag13 ..











