JERAT.ID // KEDIRI – Maraknya unggahan serta pesan berantai di media sosial terkait isu teror “pocong jadi-jadian” di wilayah Kabupaten Kediri maupun Kota Kediri belakangan ini mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Informasi tersebut dipastikan belum tentu benar dan diduga merupakan berita bohong (hoaks) yang sengaja disebarkan untuk memicu kepanikan publik.
Menyikapi hal tersebut, masyarakat diimbau agar tetap tenang, tidak mudah terpancing isu menyesatkan, serta selalu melakukan pengecekan kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kembali di media sosial ataupun grup percakapan digital.
Berbagai kabar serupa sebelumnya juga pernah viral di sejumlah daerah lain dan setelah dilakukan pengecekan oleh aparat kepolisian, informasi tersebut dinyatakan tidak benar atau hoaks. Polisi meminta masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi yang belum memiliki sumber resmi dan jelas.
Penyebaran berita bohong yang menimbulkan keresahan dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Oleh karena itu, warga Kabupaten Kediri maupun Kota Kediri diharapkan:
• Tidak panik terhadap isu yang belum terbukti kebenarannya.
• Tidak menyebarkan ulang video, foto, maupun narasi provokatif tanpa verifikasi.
• Tetap menjaga keamanan lingkungan masing-masing secara wajar.
• Segera melapor kepada aparat desa, Bhabinkamtibmas, maupun pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan.
• Mengutamakan informasi dari sumber resmi pemerintah dan aparat penegak hukum.
Masyarakat juga diminta untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah serta tidak membuat konten yang dapat memperkeruh suasana atau menakut-nakuti warga lain demi kepentingan pribadi maupun sensasi media sosial.
Dengan meningkatnya literasi digital dan kewaspadaan masyarakat terhadap hoaks, diharapkan situasi Kamtibmas di wilayah Kediri tetap aman, nyaman, dan kondusif.
Pewarta: Red











