JERAT.ID KEDIRI – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerak Indonesia menyoroti keluhan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terkait dugaan tingginya biaya sewa lapak pada Festival Kuno Kini 2026. Acara tersebut berlangsung di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, mulai 14 hingga 24 Mei 2026.
Isu ini mencuat setelah percakapan warga viral di media sosial dan grup pesan instan. Para pedagang mengeluhkan tarif sewa lapak yang menyentuh angka Rp1 juta untuk masa kontrak 10 hari kegiatan.
Kepala Bidang Kepemudaan LSM Gerak Indonesia, Jemies, menyayangkan adanya pungutan yang dinilai memberatkan pedagang kecil di tengah upaya pemerintah memulihkan ekonomi daerah.
“Kami sangat menyayangkan jika benar pelaku UMKM kecil dibebani biaya tinggi. Kegiatan ini seharusnya menjadi wadah pemberdayaan ekonomi rakyat, bukan menambah beban usaha,” ujar Jemies pada Kamis (15/5/2026).
Menurut Jemies, festival daerah wajib menyediakan ruang yang ramah bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) dan UMKM rumahan. Sektor-sektor ini memiliki pendapatan harian yang tidak menentu, sehingga biaya sewa tinggi berisiko mematikan usaha mereka.
LSM Gerak Indonesia mendesak panitia penyelenggara dan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk memberikan klarifikasi resmi guna mencegah polemik yang lebih luas di masyarakat.
“Kami berharap ada transparansi dan evaluasi menyeluruh. Jangan sampai semangat memajukan UMKM justru menimbulkan keresahan bagi pedagang kecil,” tegas Jemies.
Festival Kuno Kini 2026 merupakan agenda tahunan yang melibatkan ratusan pelaku usaha lokal.Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara belum memberikan pernyataan resmi terkait mekanisme dan rincian penetapan tarif sewa lapak tersebut.
Pewarta: cekli red











