Jerat.id || KEDIRI, 7 Maret 2026 – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerak Indonesia secara resmi mengumumkan rencana aksi damai yang akan menyasar dua titik utama, yakni Kantor Kecamatan Ngadiluwih dan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri pada pekan depan. Langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan mendalam terhadap implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Ngadiluwih.
Aksi ini dipicu oleh temuan di lapangan terkait kualitas dan variasi menu makanan di salah satu sekolah di Kecamatan Ngadiluwih yang dinilai masih jauh dari standar kecukupan gizi dan kelayakan bagi siswa.
Kepala Bidang Informasi LSM Gerak Indonesia, Achmad Masliyanto, menegaskan bahwa aksi ini merupakan penyambung lidah dari keresahan para orang tua siswa. Menurutnya, program nasional yang sangat baik ini harus dikawal agar tidak terjadi ketimpangan dalam eksekusinya di tingkat bawah.
“Kami memilih jalur damai untuk menyampaikan aspirasi ini karena tujuan kami sebenarnya selaras dengan Pemerintah Pusat: yaitu memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Namun, fakta di lapangan menunjukkan perlunya evaluasi serius terkait kualitas serta variasi menu yang disediakan,” ujar Achmad Masliyanto dalam keterangan resminya hari ini.
Rencananya, massa yang terdiri dari anggota LSM Gerak Indonesia serta perwakilan orang tua siswa akan menuntut transparansi pengelolaan program MBG dan perbaikan standar menu agar benar-benar menunjang pertumbuhan generasi muda.
LSM Gerak Indonesia berharap melalui aksi ini, pihak Camat Ngadiluwih maupun Pemkab Kediri segera melakukan audit lapangan dan memastikan vendor atau penyedia makanan menjalankan kewajibannya sesuai regulasi yang ditetapkan.
Sampai berita ini diturunkan masih belum ada pihak yang bisa dikonfirmasi. (Cek).









